IMOGIRI – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan ketakwaan sejak dini, SMP N 3 Imogiri menggelar kegiatan latihan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dilaksanakan dari pukul 07.30 hingga 11.00 WIB dengan diikuti oleh seluruh siswa dan warga sekolah.
Kegiatan ini diketuai dan dikoordinasi langsung oleh Bapak Faruq Abdul Haris, S.Pdi selaku Ketua Panitia Kurban SMP N 3 Imogiri. Di bawah arahan beliau, seluruh rangkaian acara mulai dari persiapan, pelaksanaan penyembelihan, hingga pembagian daging untuk internal siswa dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Pada latihan kurban kali ini, SMP N 3 Imogiri menyembelih 1 ekor sapi dengan berat 85 kg. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya melihat prosesi penyembelihan secara langsung, tetapi juga belajar tentang tata cara berkurban yang sah sesuai dengan syariat Islam.
Sinergi Tim Penyembelih Professional
Proses penyembelihan hewan kurban berjalan dengan lancar dan cepat berkat dedikasi dari tim penyembelih yang sudah berpengalaman. Tim penyembelih kali ini dikoordinasi oleh:
Bapak Zain
Bapak Tunggak
Bapak Kimin
Bapak Wakidi
Dengan keahlian mereka, proses penyembelihan hingga pengulitan dapat diselesaikan dengan bersih, higienis, dan sesuai tuntunan agama.
Mekanisme Pembagian Daging Khusus untuk Siswa
Berbeda dengan kurban pada umumnya, seluruh hasil penyembelihan hewan kurban dalam kegiatan latihan ini fokus dialokasikan dan dibagikan secara merata kepada seluruh siswa. Mekanisme pembagian daging diatur sebagai berikut:
Bahan Utama Lomba: Bagian daging pertama dibagikan kepada tiap-tiap kelompok di masing-masing kelas sebagai modal utama untuk mengikuti lomba memasak.
Dibawa Pulang Anggota Kelompok: Sisa daging yang tidak ikut dimasak saat lomba langsung dibagi rata untuk dibawa pulang oleh para anggota kelompok di masing-masing kelas.
Semarak Lomba Memasak Tongseng dan Penentuan Juara
Untuk menambah keseruan dan mengasah kreativitas siswa, pengadaan latihan kurban tahun ini dibarengi dengan kegiatan lomba memasak daging kurban. Kompetisi ini diikuti oleh seluruh jenjang kelas yang terbagi ke dalam 4 rombel (rombongan belajar) per jenjang, di mana tiap kelas mendelegasikan sekitar 5 hingga 6 kelompok masak.
Menu utama yang disarankan dan menjadi tantangan bagi para siswa kali ini adalah tongseng. Sejak pagi, aroma bumbu rempah khas tongseng sudah tercium wangi di area sekolah. Setiap kelompok saling bekerja sama, berbagi tugas mulai dari memotong daging, meracik bumbu, hingga menyajikan hidangan terbaik mereka.
Sistem penilaian lomba kali ini diambil satu pemenang untuk setiap kelas (rombel). Dengan total 12 rombel yang ada di SMP N 3 Imogiri, maka akan ada 12 kelompok yang keluar sebagai total pemenang lomba memasak tongseng ini. Menariknya, hadiah bagi para pemenang lomba tidak langsung dibagikan hari itu, melainkan akan diserahkan secara resmi saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang.
Antusiasme Ratusan Siswa
Kegiatan pembelajaran kontekstual ini melibatkan seluruh lapisan siswa dari berbagai jenjang kelas. Tercatat sebanyak 360 siswa ikut serta memeriahkan jalannya latihan kurban dan lomba memasak ini dengan rincian sebagai berikut:
| Jenjang Kelas | Jumlah Rombel | Jumlah Siswa |
| Kelas 7 | 4 Rombel | 121 Siswa |
| Kelas 8 | 4 Rombel | 119 Siswa |
| Kelas 9 | 4 Rombel | 120 Siswa |
| Total Peserta | 12 Rombel | 360 Siswa |
Catatan: Melalui perpaduan latihan kurban, manajemen pembagian mandiri, dan lomba memasak ini, para siswa tidak hanya belajar aspek keagamaan, tetapi juga diajak mengasah keterampilan cooking skill, kerja sama tim, tanggung jawab, serta rasa kepemilikan bersama.
Bapak Faruq Abdul Haris, S.Pdi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa latihan kurban ini merupakan agenda penting untuk membentuk karakter siswa. Melalui momentum ini, sekolah berharap karakter profil pelajar pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, serta bergotong-royong dapat tertanam kuat di dalam diri setiap siswa.
Acara yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini ditutup dengan sesi penilaian oleh tim juri, makan bersama hasil masakan tongseng tiap kelas, serta pembagian sisa daging mentah kepada masing-masing anggota kelompok sebelum siswa kembali ke rumah