IMOGIRI – Perjuangan siswa kelas IX SMP Negeri 3 Imogiri dalam menempuh Ujian Sekolah (USEK) berbasis Computer Based Test (CBT) berlanjut di hari kedua, Selasa (12/5). Setelah kemarin berkutat dengan Bahasa Indonesia dan PKn, hari ini fokus siswa teruji melalui dua mata pelajaran dengan karakteristik tantangan yang berbeda: Matematika dan Bahasa Jawa.
Sama seperti hari pertama, pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi untuk menjaga performa server tetap stabil dan memastikan suasana ruang ujian tetap kondusif.
Rumus dan Aksara: Tantangan Utama Hari Ini
Mata pelajaran Matematika dan Bahasa Jawa dikenal memiliki tingkat kesulitan tersendiri bagi para siswa. Di satu sisi, Matematika menuntut ketelitian dalam menerapkan rumus-rumus yang cukup banyak, sementara Bahasa Jawa menuntut kemahiran dalam membaca dan menulis Aksara Jawa.
Bapak Ichsan Setiabudi, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah memahami tantangan ini. "Hari ini memang membutuhkan konsentrasi ekstra. Matematika bukan hanya soal menghitung, tapi bagaimana siswa mengingat kembali rumus-rumus yang telah dipelajari. Sementara Bahasa Jawa, khususnya bagian Aksara Jawa, adalah bentuk pelestarian budaya yang tetap menjadi standar kompetensi siswa kita," jelasnya.
Suara Siswa dari Ruang Ujian
Ditemui setelah menyelesaikan sesi pertama, beberapa siswa berbagi kesan mereka mengenai soal-soal yang baru saja dikerjakan.
"Matematika tadi cukup menantang karena banyak rumus yang mirip-mirip, jadi harus benar-benar hafal dan teliti mana yang dipakai untuk bangun ruang atau statistik. Begitu pindah ke Bahasa Jawa, tantangannya ganti di Aksara Jawa. Harus jeli membedakan pasangan dan sandhangannya agar tidak salah arti," ungkap salah seorang siswa kelas IX dengan nada lega.
Meskipun harus berpikir keras, para siswa merasa terbantu dengan sistem CBT yang memungkinkan mereka mengatur waktu pengerjaan dengan lebih efisien melalui fitur penanda soal.
Harapan Guru dan Kepala Sekolah
Kepala SMP Negeri 3 Imogiri memberikan apresiasi kepada para siswa yang tetap semangat meski menghadapi mata pelajaran yang dianggap "berat". Beliau berharap hasil yang didapatkan nanti bisa maksimal.
"Kami melihat anak-anak sudah berjuang maksimal. Guru-guru juga sudah memberikan pendalaman materi sebelumnya. Harapan kami, kelancaran di hari kedua ini terus berlanjut hingga ujian berakhir pada 19 Mei mendatang," tutur beliau.
Menanti Detik-Detik Kelulusan
Setelah melalui rangkaian ujian yang panjang ini, seluruh siswa kelas IX tinggal menunggu tahap akhir, yaitu pengolahan nilai yang akan menentukan keberhasilan mereka selama tiga tahun bersekolah. Pengumuman kelulusan yang sangat dinantikan tersebut dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada tanggal 2 Juni 2026.
Pihak panitia mengimbau agar siswa tetap menjaga kesehatan untuk menghadapi mata pelajaran di hari-hari berikutnya hingga penutupan ujian di hari Selasa depan.